Muhasabah

KETIKA TEGURANMU BEGITU INDAH

By: Ya_Chien

 

Bismillahhirrahmanirrahim Perlahan kulangkahkan kaki menyusuri halaman kampus.pikiranku melayang tak menentu.. hatiku ..entah bagaimana kugambarkan.sesak..perih..dan kecewa menjadi satu padu.kudongakkan kepala menatap lantai tingkat 4 kampusku ini,ya disanalah aku akan memulai perkuliahanku.sungguh ini adalah saat yang sudah sekian lama aku nanti-nantikan.liburan semester yang dirangkaikan dengan liburan bulan ramadhan terasa demikian panjang dan menjemukan,sebenarnya liburan itu adalah liburan yang begitu aku damba-dambakan,berkumpul dengan keluarga setelah berbulan menghabiskan hari-hari dikamar kost yang sempit.awalnya begitu indah…kini aku telah berada diruangan kelas, menatap langit biru dari balik jendela.mataku menatap kosong.kata teman-teman akhir-akhir ini aku berubah…Ya..memang benar aku telah berubah..sejak liburan itu,aku memang telah berubah.begitu banyak hal yang kualami yang tak pernah kusangka akan terjadi dalam hidupku.semenjak lamaran itu datang.semenjak pemaksaan itu mulai terjadi,dan semenjak pemboikotan orang tuaku padaku,,karena penolakanku,,aku memang telah berubah…ya Rabbi…mungkinkah akan ada senyum lagi dalam hidupku?benarkan ramadhan mendatang aku..aku masih bisa tersenyum?aku ragu..

‘Nisa,..ibu ingin membicarakan sesuatu padamu”..kata umi disuatu sore yang indah dikamarku..sambil tiduran aku mendengar kisahnya tentang orang-orang dikampung halamanku.umi memang baru saja mudik.katanya sich ada panggilan dari saudara nenek untuk kesana.aku sich tidak berpikir yang aneh-aneh aku pikir itu adalah hal yang lumrah..belum lagi memang akan dekat hari raya waktu nya untuk sering silaturrahim.bicara aja mi..jawabku dengan santai.gini lho..kemarin p.ati cerita ke umi.katanya p.unru anak nya mau menikah.oh..bagus dong..artinya kita akan kumpul-kumpul lagikan..jawabku dengan penuh semangat..calonnya siapa umi..??tanyaku antusias..”tapi..p.unru menunjuk kamu untuk jadi istrinya..”jawab umi.“ah..umi jangan bercanda ahh..nggak lucu lagi umi..”aku berusaha untuk tidak mempercayainya.“umi tidak bercanda nisa..”kulihat wajah umi tegang,seperti membawa beban yang begitu berat.dia bilang dia tidak akan menikah kalau bukan denganmu..dia berjanji akan menberikan apapun yang kamu inginkan sebagai syarat pernikahan..asal nisa mau menikah dengannya.Sungguh dunia saat itu terasa demikian gelap.seolah berputar dengan kencangnya.hatiku berkecamuk hebat..bagaimana mungkin sepupu umiku sendiri menginginkanku?seorang yang begitu aku hormati dan kusegani.belum lagi caranya melamarku disertai dengan ancaman..seolah-olah aku sudah tidak punya pilihan lain selain menerimanya.ku tatap wajah umi..kulihat raut kesedihan disana”pikirkanlah dulu..”kata ibu sambil berlalu meninggalkanku.                Ya Rabii… sesaat yang lalu aku baru saja merencanakan masa depanku dengan demikian indahnya..kenapa jadi begini..??aku menjerit dalam hati ..ada apa ini??apa yang terjadi??aku tertidur dengan linangan air mataku..dan esok hari sungguh aku berharap semua ini hanyalah mimpi…Seminggu berlalu aku lebih banyak diam..menyendiri..waktu memikirkan ini sungguh jauh lebih berat dari ujian semesteran. aku tidak tahu bagaimana diriku sekarang.Seorang laki-laki yang aku perlakukan dengan begitu baik layaknya paman kandungku sendiri.kuhormati bahkan begitu aku segani..apa yang dia pikirkan sampai dia ingin menikah denganku.dan sejak kapan dia mulai menyukaiku?berbagai pertanyaan berkecamuk dalam benakku.entah kenapa aku merasa dikhianati..ehmm…lucu..merasa dikhianati??aku merasa perasaanku dikhianati.rasa segan,rasa hormat yang kutaruh padanya melayang jauh..dan berubah jadi benci.kecewa dengan orang yang sudah kuanggap sebagai kakakku sendiri.ya..umurnya memang hanya terpaut lima tahunan denganku,tapi tetap saja dia adalah pamanku,sepupu umi…Aku terperangkap dengan adat dan darah yang mengalir dalam diriku.kata orang darah bangsawan yang menuntutku hanya bisa menikah dengan orang yang bergelar ANDI pula.ya..mungkin orang akan bertanya-tanya bagaimana mungkin di jaman yang sudah semaju ini masih saja ada hal-hal seperti itu.tapi itulah hidupku..hidup seorang nisa.Tepat dihari ketujuh..kutemui umi yang baru pulang dari kantor.kusampaikan segala hujjah menolak lamaran itu.aku pikir umi akan bisa mengerti.secara..umi adalah orang yang berpendidikan tinggi, dan sejauh ini bisa diajak diskusi.dan karena aku adalah anaknya..aku tahu umi menginginkan kebahagiaan bagiku.tapi umi hanya mematung.terdiam.sejenak  beliau mengangkat suara dengan lirih..”nisa…kalaulah dia orang lain umi akan menolaknya tanpa menanyakan kepadamu.tapi ini pamanmu.ini keluarga kita terdekat.jika engkau menolaknya berarti nisa sudah memutuskan hubungan keluarga..dan nisa tahu apa artinya itu? Tidak ada lagi mudik lebaran..karena itu berarti kita sudah tidak punya keluarga..!!!aku bagai disambar petir mendengar jawaban umi.separah itukah?bukan karena aku nggak bisa mudik lagi..tapi kehilangan keluarga..sebesar itukah resikonya ya Rabbi?Hari-hari kulalui dengan perasaan sesak didada.kupikir aku tidak akan bisa tersenyum lagi.aku bahkan takut untuk lebaran.karena biasanya orang-orang pada ramai menikah setelah lebaran.AH..mungkin ini hanya kecemasanku saja.Sejak saat itu rumah jadi sesak..ditambah, tidak ada lagi orang yang mau bertegur sapa denganku.umi,adik-adik,juga tanteku. semua orang yang ada dirumah.seolah-olah aku ini ada tapi tidak ada.tidak ada yang mau menjawab sapaanku,ataupun pertanyaanku.aku seperti orang asing dirumahku sendiri.Hingga aku putuskan untuk kembali saja ke kostku.dengan bermodal 20ribu,kutinggalkan rumahku tercinta,bersama dengan orang-orang yang aku cintai.dengan meninggalkan selembar surat untuk umi ..aku tidak ingin menjadi anak yang durhaka pada umi dan keluarga besar kami.tapi aku juga tidak bisa melakukan apa yang tidak bisa diterima oleh hatiku.aku kembali dengan baju yang hanya melekat dibadanku.aisya tetangga kamarku,menyambutku dengan wajah keheranan.gak biasanya cepat pulang nis..biasanya libur yang ditambahi.sekarang libur belum selesai malah udah pulang”.aku terdiam saja.dia mengekor dibelakangku,”pasti ada sesuatu..”tanyanya menyelidik.”aku baik-baik aja koq..Cuma bosen aja dirumah”jawabku seadanya.sejak saat itu hari-hari kuhabiskan diperpustakaan.baca buku..yang kira-kira bisa menenangkan hatiku,sambil menunggu perkuliahan dimulai kembali,yah,,setidaknya menyibukkan pikiranku agar tidak selalu teringat dengan masalah yang melilitku sekarang.hingga jadilah aku si kutu buku.jam delapan pagi aku udah ada didepan pintu perpustakaan wilayah yang kebetulan tidak jauh dari kampus.aku hanya akan beranjak dari tempat dudukku untuk makan dan sholat saja.dalam sehari aku bahkan bisa menamatkan beberapa buku.aku baru akan pulang jika perpustakaan itu sudah akan ditutup.hingga sang penjaga perpustakaanpun sudah sangat mengenaliku.hari-hari kulalui..aku ingat sebuah buku yang pertama kali aku baca..judulnya la tahzan..!!!artinya “jangan bersedih..!mengingatkan aku akan perjuangan Rasulluh صلى الله عليه وسلم .akhirnya liburanpun usai dan perkuliahan dimulai juga,dan hari inilah hari itu,,hari aku memulai perkuliahan dan semester baru dengan perasaan tak menentu.Kulayangkan pandangan kearah langit yang biru terbentang..sepintas burung-burung pipit berlalu dan terbang tinggi bersama kawanan mereka,,ah,,tiga bulan lalu begitu pulalah hidupku…riang,bebas dan tak terhentikan..

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: